BUKAN RPP MERDEKA BELAJAR (GURU PENGGERAK 4.0)

Sri Yuliarsih : Di awal semester, Mulyatno: Saat kita akn mlakukan pmbelajaran. Hariyantoni Toni: Sebaiknya seminggu sebelum mengajar.. Biar ingat dan fresh, Sri Yuliarsih:Satu tahun,,,, Nurul Ernawati: Di awal semester jadi 1 tahun buat 2 kali, Sudi Manullang: Dibuat sebelum masuk ajaran baru dan dibuat untuk 1tahun, Maftukhin: RPP dibuat sebelum pembelajaran dimulai di awal semester, Jaff: Sebelum memulai tahun ajaran, Nisa Alfatih: Sebelum pembelajaran, SANIATI DJAMALU:RPP dibuat di awal tahun ajaran, Bunda Tri:Menjelang KBM, bisa 1 hari sblmnya, Muiz Ghifari: Di awal tahu ajar, Julius Risambessy: RPP di buat awalsem, Endon: Setelah jadwal pembelajaran diterima, Marwan EduTech Madrasah Jember: Biasanya saya menyesuaikan RPP yang sudah ada maksimal H -1 pembelajaran, Robiatul A 22:Awal semester, Budyo Leksono:Setiap akan memulai pembelajaran, AMAN SURATMAN:Diawal tahun pelajaran untuk 1 tahun.
Siti Hidayah: Sebelum masuk semester baru, untuk satu semester, Yulaina Nurramadhani: Awal pembelajaran, Hariyantoni Toni: RPP dibuat sesuai kebutuhan setiap kali akan mengajar, Yuliana Rahayu:Satu Minggu sebelum pembelajaran idealny, Annita Meilina: RPP dibuat di awal semester. Pd praktinya membuat rpp sebelum pembelajaran bercermin pada pembelajaran sebelumnya, Julius Risambessy:Utk tiap kali mengajar, Sri Yuliarsih:Realistisnya spt itu. Indah QA:Sebelum proses pembelajaran, paling tdk seminggu sebelumnya, Euis Kusniar Hidayah: Sebelum masuk semester, Dibuat satu semester. Joko Susilo: saat akan melaksanakan pembelajaran
- RPP dianggap dibuat hanya untuk administrasi sekolah, administrasi ke pengawas/dinas atau administrasi Akreditasi.
- RPP yang dimiliki guru diindikasikan membeli dari penyedia jasa RPP
- RPP yang dimiliki guru copy-paste dari milik guru lainnya
- RPP yang dimiliki hanya merubah tahunnya saja
- RPP yang ada sangat banyak dan menghabiskan kertas (ATK)
- RPP yang ada dianggap membatasi guru dalam berkreasi dan berinovasi di kelas
- RPP menggunakan model yang kadang mengikat dengan sintak-sintaknya
- RPP tidak dilaksanakan di kelas
Dian:sangat benar sekali pak, SANIATI DJAMALU:Betul 1000%, Yuliana Rahayu:Benar mas, Mulyatno:Benar semuanya, Dwi Khusnawati S.Pd.SD:Yesss, Ratri Ferawati:Benar, Agus Wahyu Aningsih:Betul sekali, Robiatul A 22:Benar, Triyem SMA 112 Jakarta:Betul Pak Fathur, Siti Hidayah:Tidak semuanya benar dan juga tdk semuanya salah, Jumaena:Itu benar pak, Maftukhin: Benar adanya seperti itu, Sri Yuliarsih:Saya yakin 99,999% benar, Deni Info Sby:Benar pk guru, Jaff:
Audiens:
Audiens:
Budyo Leksono: Sama saja dengan yang sebelumnya. Yang membuat kita merdeka adalah jika kita bebas menentukan rancangan desainnya.., Pai Sitanggang : Bagi Kami RPP adalah bukti profesional guru dan sebagai dasar sebelum mengajar, Sri Yuliarsih: Kalo yang ikut PPG yang baru _baru ini,,,,insyaallah pasti merasakan proses Rpp yang sesungguhnya....tetapi tetap saja pada pengaplikasiannya masih perlu di downgrade sesuai sekolah, Laila Amrulia: Tujuan mungkin sama, cuma desainnya saja yg berbeda. Yg baru lebih simpel dan mudah dipahami., SANIATI DJAMALU: Terasa bedanya Pak. Perasaan kita saat membuatnya jauh lebih nyaman, ringan dan ada nilai kemerdekaanya dibandingkan dgn sebelumnya, Mulyatno: Berbeda dlm hal jumlah halamannya, lbih sederhana tpi isinya blm benar2 merdeka,
Audiens:
Pa Rivai :Bagi guru yang punya konsep pemahaman dn menyadari sepenuhnya bahwa rpp adalah sebuah tugas profesi melekat dalam sebuah manajemen pembeljaran maka membuat rpp tidak menjadi beban bagi dirinya. Kenyataannya masih bnyak guru yg melaksanakan tugas itu dengan baik, Sri Yuliarsih: 2 versi sebenarnya,,,yg aplikatif dan administratif, Saiipool: Beda atau tidak, yang penting jangan keluar dari jalur yang sudah ditetapkan. Mengingat RPP sudah disederhanakan. 😁 , Yeni Fitri:Kalau sbg guru kita hanya copy paste RPP yg ada, sama saja, dimana letak merdeka nya..., Annita Meilina: Saya menangkapnya penyederhanaan RPP ini membuat guru lebih ringan dalam administrasi sekolah tapi mendorong guru lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Tidak terikat dengan kekakuan administrasi dan sintak-sintaks yang selama ini diharuskan ada di RPP.
Bu Fitri Savero: Jika RPP dibuat diawal semester utk pertemuan selama 1 tahun rasanya kurang logis. Kadang model pembelajaran yang kita rencanakan berubah setelah melihat kondisi siswa sebelumnya. Sehingga akhirnya TDK sesuai dg apa yg direncanakan.. Yeni Fitri: Jadi memang sbg guru kita harus buat sendiri sesuai dgn kreatifitas kita dan menyesuaikan dgn kondisi siswa dan sekolah kita, Agus Wahyu Aningsih: Setuju bu disesuaikan dg kondisi siswa n sekolah kita, Sri Yuliarsih: Rpp menjadi sebuah aktifitas yg menyenangkan sebenarnya ,,,,banyak challenge disana dan hal yang indah membayangkan anak anak dg penuh antusiasme mengikuti pelajaran kita tanpa terasa sebagai sebuah siksaan,,,disinilah peran rpp diharapkan
Audiens:
Audiens:
Audiens:
Mencari jalan lain yg relatif aman hingga sampai pada tujuan tanpa kurang suatu apapun
Audiens:
Audiens:
Agus Wahyu Aningsih: Klu membuat rpp saat akan mengajar atau seharibsblm mengajar tentu akan repot krn bgmana klu sehari ngajar di kelas yg berbeda dan tingkat yg berbeda pula, Bu Fitri Savero:
Sebaiknya RPP dibuat sehari sebelum pelaksanaan PBM di kelas. Idealnya, Laila Amrulia: RPP tetap dibuat di awal semester. Klu ada perubahan kita revisi lagi, sesuai dg kondisi terbaru. Tinggal mengedit. Sahri Irhas: Setiap mau mengajar,,, Mulyatno: Memang itulah hakikat perencanaan, tdk bsa 100% tepat saat pelaksanaan. Artinya, smakin bnyak dta yg ada saat prencanaan, smakin baik prencanaan bsa dibuat.
Audiens:
Korselius Boonde: Diawal semester sbgai RPP awal, direvisi sblm belajar apa msh sesuai, dan setelah pbm diliat lg apa msh sesuai, Yeni Fitri: 2 atau 3 hari sebelum mengajar, setelah itu direfleksi, Etik Riyaningsih: Sebagai persiapan dr proses evaluasi mengukur hasil yg diharapkan dan apabila dalam mengajar dikelas ada keperluan mendadak kita dapat memberikan tugas kepada peserta didik sesuai dgn RPP jd proses pembelajaran TDK facum, Ratri Ferawati: Di awal semester, kalo ada keperluanwndadak kita sdh ada lkpd yang terstruktur dan terbimbing yang bisa dikerjakan siswa. Dengan RPP yang lengkap kita bisa digantikan oleh guru piket.
Audiens:
Ardian Novianti: Membuat di awal pembelajaran setelah pembelajaran revisi jika ada yg tidak sesuai, Siti Hidayah: Awal smt atau h-1...tdk perlu dipermasalahkan, yg penting kalau ada perubahan saat mengajar,itu catatan revisi utk perbaikan rpp berikutnya..., Bu Fitri Savero: Tapi pada kenyataannya... Jarang banget ada yg mau merevisi, Annita Meilina: Perencanaan baiknya dibuat jauh hari. Tapi pada pelaksanaannya menyesuaikan kondisi siswa. Jadi revisi bisa saja dilakukan sebelum mengajar di kelas, Pai Sitanggang: Membuat catatan dan melanjutkan pada pertemuan pda pertemuan berikutnya, Afrohah Subhan: RPP yg telah dibuat bisa direvisi sesuai dg keadaan dilapangan.
Audiens:
SANIATI DJAMALU: Namanya sj RPP (Rencana...) berti terbuka kmungkinan bhw adanya Perubahan..., Sudi Manullang: Rpp itu ibarat kemudi. Tanpa kemudi kita gak akan tau kemana arah tujuan. Rpp tetap dibuat diawal semester. Klau kasus seperti itu ya rppnya harus direvisi. Namanya jga rancangan rencana pemblajar, Euis Kusniar Hidayah: Kendala itu sering terjadi. Selain ada RPP per semester,saya ada agenda KBM tiap hari. Tertulis di situ besok saya mau ngapain.., materi apa, dll. Kalau ada kendala misalnya ada acara mendadak saat mengajar, tentu ditulis untuk dikelas tersebut apa yang tertunda
Pa Rivai:
Rpp bisa dibuat diawal semester berkaitan dengan pengaturan alokasi waktu (kaldik) namun ketika akan digunakan maka dianalisis sesuai dengan kondisi yg akan dihadapi dengan dasar kondisi terkini. Kemudian bisa jadi dalam pelaksanaan pembeljaran guru mengjadapi kondisi yg berbeda maka pada saat pelaksaanpunltidak menutup kemungkinan perubahan utk menyesuaokan kondisi nyata saat itu
Audiens:
Robiatul A 22: Menurut saya, guru hrs membuat program ajar selama 1 th ke depan sbg target. Dan itu bisa diterapkan saat pembuatan program semeater sebelum membuat RPP, Siti Hidayah: Bagaimana mengupayakan agar rpp yg kita buat menjadikan siswa lebih kreatif... Eko Hariyono: RPP baiknya dibuat sebelum KBM dimulai... Melyani Dwi Astuti: Guru juga harus memiliki jurnal dan agenda selain RPP, Heli: RPP dibuat pd awal semester. Kita revisi bila ada perubahan, Robiatul A 22: Seandainya di tengah jalan ada hambatan insidental, guru hrs punya strategi atau antisipasi materi insidental, Mariana SMA Bakti Idhata: Sebaiknya dibuat sehari seblm pembelajaran kr apa yg ditls di rpp itulah yg akan dilakukan di kls, Bu Fitri Savero: Mungkin... Jika kita menganggap setiap pertemuan kita seperti kita akan mbuat PTK.. itu lebih baik.. karena direncanakan sematang mungkin dan detail setiap akan dilakukan PBM.., Melyani Dwi Astuti: Kadang pengawas sekolah menentukan RPP yang harus kita buat
Fathur Rachim:
Oke, jika demikian pertanyaan saya selanjutnya, PERNAHKAH bapak/ibu merevisi RPP ditengah semester atau ditengah pelajaran ? Lalu Bagaimana bpk/ibu mengidentifikassi dan merubah RPP jika kelas paralel yang diajar banyak ?
Herlina Lim:
Tanggapan/Jawabannya variatif dan berimbang
Fathur Rachim:
Judul kita malam ini adalah Inspirasi RPP Guru Penggerak 4.0 (Unit Plan, Lesson Plan, Action Plan) dan nanti untuk Menulis RPP Berdasarkan CT akan disampaikan pak Indra.
Ada 3 istilah dalam perencanaan :
1. Unit Plan
2. Lesson Plan
3. Action Plan
Ketiga istilah tersebut di negara kita disebut RPP, Padahal 3 istilah itu memiliki karakteristik yang berbeda. Sekaligus menjawab pertanyaanya pak Adi Santoso (BPP), mengenai Silabus dalam Buku Saku RPP yang sudah dishare diatas, memang secara resmi kementerian tidak pernah mengeluarkan dan menerbitkan silabus.
Silabus yg ada dikita selama ini lebih kepada Unit Plan, dan Permen 37 itu lah yg lebih mirip dengan sylabus. RPP yg bapak/ibu buat selama ini itulah yg lebih mendekati Lesson Plan, dan bagaimana dengan Action Plan?
"RPP 1 Lembar" itulah yg lebih tepat untuk mendeskripsikan sebuah Action Plan. Sayangnya memang kita belum memiliki cukup kosa kata untuk menyebut semuanya itu dengan tepat karena kosa kata kita hanya satu untuk menyebut kesemuanya itu yakni RPP. Sehingga wajar saja terjadi sedikit kegaduhan tatkala RPP 1 lembar itu didengungkan.
Bu Herlina IN GP:
Nah, ada pertanyaan dr bu rabiatul smp 22 sby, apakah kita harus diarahkan agar membuat RPP untuk 1x tatap muka per kelas?
Fathur Rachim:
Tidak ada keharusan, Baliklah ketujuan untuk APA dan untuk SIAPA RPP itu dibuat?
Fathur Rachim:
Saya akan coba share 1 contoh format RPP, namun bapak ibu jangan fokus pada Tujuan, jangan fokus pada Kegiatannya dan jangan fokus pada Penilaiannya ya.... fokus dengan yg berwarna Kuning. (download)
RPP 1 lembar atau Action Plan adalah sebuah RPP "hidup" yg dinamis
Bu Herlina IN GP:
Jadi, RPP yang harus dibuat itu yang mana? Action, unit atau lesson?
Fathur Rachim:
Untuk RPP (action plan) akan sangat mubajir sekali jika dibuat diawal semester/awal tahun pembelajaran, karena selalu ada NOTES dan Refleksion , karena Siswa tiap kelas berbeda dan Kecepatan belajar siswa dikelas juga berbeda,,,,
Sehingga pasti akan selalu berubah, makanya RPP 1 lembar esensinya bukan masalah lembarnya..... tapi seberapa banyak CATATAN dan REFLEKSI yang bisa kita rekam, untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.
Lesson Plan sebagai salah satu rencana induk memang harus dibuat diawal tahun atau awal semester sebagai rencana utuh kita, peta utuh kita. Namun Action Plan seyogyanya memang dibuat setiap akan mengajar dengan mempertimbangkan berbagai CATATAN yang ada pada ACTION PLAN sebelumnya. Dan ini adalah sebuah daur ulang (siklis) dari action plan.
Bu Herlina IN GP:
Nah, saya rasa itu menjawab pertanyaan dari pak nasir tentang banyaknya lembaran yg dibutuhkan.
Fathur Rachim:
Dari contoh RPP (Action Plan) tersebut diatas sebagai sebuah “perencanaan yang hidup”, ada empat hal yang penting untuk anda cermati, yakni :
- Tanggal; artinya RPP ini merupakan action plan harian atau perpertemuan, shingga sangat mungkin berbeda antara kelas pertama dan kelas paralel yang kedua dan seterusnya
- Kegiatan pembelajaran; tentunya kegiatan pembelajaran akan fokus pada aktivitas peserta didik dalam menerima atau membiasakan kecakapan abad 21 melalui alat yang dinamakan konten/materi pembelajaran
- Catatan/Rekomendasi; hal ini berfungsi untuk menuliskan catatan mengenai progres, kendala atau hal-hal yang harus ditindak lanjuti untuk pertemuan selanjutnya.
- Penilaian (assesment) : tentunya harus lebih variatif untuk dapat menjadi alat ukur yang tepat dalam mengukur proses pembelajaran guna perbaikan selanjutnya
Bu Herlina IN GP:
Dari pak Mulyatno: Jika d awal semester kita hrus buat lesson plan utuh n kmudian saat akan pmbelajaran kita hrus buat action plan, berarti beban administrasi kita jadi tambah dong???
Fathur Rachim:
Rasanya tidak bertambah karena bapak/ibu sudah memiliki RPP itu selama ini, kan tinggal rubah tahunnya 😅 Mulailah dengan Action Plan dengan mengacu pada RPP yang selama ini bapak/ibu TELAH miliki.
Lalu bagaimanakah sebuah RPP (Lesson Plan) dibuat? Lesson Plan sendiri paling tidak terdiri dari dua jenis yakni Digital Lesson Plan dan Face to Face Lesson Plan. Untuk kita di Indonesia, mungkin masih belum akrab dengan istilah Digital Lesson Plan (DLP). Digital Lesson Plan bukan RPP yang tidak dicetak lagi, dan bukan pula RPP yang dibuat untuk bisa diakses secara digital. DLP lebih kepada pendekatan Pedagogi yang digunakan yang biasanya terhubung dengan Blended Unit Plan.
Bu Herlina IN GP:
Dari pak Joko Susilo: Apakah action plan disusun berdasarkan dari catatan dan refleksi dari pembelajaran sebelumnya? (Benar sekali)
Fathur Rachim:
Sebagai contoh dalam Digital Lesson Plan Pedagogy (DLPP) sebagai bagian dari Blended Unit Plan paling tidak ada empat macam model, yakni:
1. Direct Instruction
2. Constructivist
3. Inquiry-Based Science
4. Inquiry-Based Reading
Bu Herlina IN GP:
Tanggapan dr bu afrohah lamongan tentang RPP yang harus dibuat itu yang mana? Action, unit atau lesson?
Dari uraian pak fathur berarti qt guru ttp harus membuat silabus, rpp lama dan yg terbaru.. Biar ada 3 unsur tersebut
Fathur Rachim:
Silabus menurut Buku Saku RPP diatas kan tidak wajib,
Action Plan disini juga bertujuan untuk proses perbaikan atau dapat digunakan pula dalam remedial teaching
Bu Herlina IN GP:
Gimana kalau yg kelasnya banyak pak? Kan beda kelas-beda RPPnya?
Fathur Rachim:
Untuk itulah, action plan cukup 1 lembar dan isinya cukup, hari ini tujuannya apa yg akan dicapai, siswa sudah dapat apa kemarin serta masalahnya dan hari ini bagaimana mengajarkannya.
Bu Herlina IN GP:
Pertanyaan dari pa Jurumia: Tapi kalau pengawas melakukan supervisi harus lengkap mulai dari silabus sampai RPP
Fathur Rachim:
Tunjukan Silabus dan RPP tahun kemarin :D , Becanda pak, pengawas juga pasti sudah membaca dan memahami tentang buku saku RPP yg sudah dikeluarkan Dirjen
Ini adalah contoh format lesson plan , dimana juga terdapat NOTES.....
Bu Herlina IN GP:
Saya menangkapnya pembuatan action plan lebih seperti ke agenda/jurnal. Mohon koreksinya 🙏
(Annita, SMAN 1 Padarincang), Gima nih pak?
Fathur Rachim:
Ada benernya.
Contoh Action Plan yg saya share diatas mengadaptasi dari lesson plan dan action plan jadi bisa menjawab pengawas dan bisa menjawab kebutuhan kelas.
Bu Herlina IN GP:
Lesson Plannya berarti mirip dengan RPP yg selama ini kita buat sebelum muncul yg nmy RPP 1 lmbr (SANIATI, Wakatobi)
Fathur Rachim:
Mirip, tapi silahkan dicermati , contoh format lesson plan yg saya share diatas, itu banyak dijadikan acuan oleh banyak sekolah diluar untuk mengembangkan lesson plan maupun action plan.
INGAT: esesnsinya bukan terletak pada formatnya... apalagi terhadap modelnya....
Kita kembali ketujuan RPP itu dibuat sebagai sebuah MAPS, jangan sampai RPP yg dibuat hanya sebagai pelengkap administrasi, jika demikian tidak ada bedanya antara RPP dahulu dengan yg 1 lembar.
Ok demikian paparan saya nanti lengkapnya akan saya bagikan. Ini hanya untuk membuka wawawasan kita bersama dan sebagai bentuk diskursus juga. Sekali lagi terimaksih bu LIna, bapak/ibu semua, mohon maf jika kurnag berkenan.
Inspirasi Bukan RPP Merdeka Belajar ! (download)
Terimakasih ilmunya pak.
BalasHapusSangat bermanfaat.
minta contoh rencana pelatihan guru penggerak
BalasHapus