STEAM : SEBUAH PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 (STEM / STEMA)

https://sma10kaltim.blogspot.com/2020/02/steam-sebuah-pendekatan-dalam.html
STEAM merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering, Arts, and Math. Namun jika diurut berdasarkan sejarah masuk dan bergabungnya "Arts" maka akronim yang tepat adalah STEMA. Pilihan akronim STEAM memiliki makna lain yakni "energi" sehingga dengan akronim tersebut diharapkan pendekatan STEAM mampu membawa energi baru dalam proses pembelajaran di kelas modern dibanidngkan pendahulunya STEM.
STEAM adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang menggunakan Sains, Teknologi, Ilmu Teknik, Seni dan Matematika sebagai pintu masuk untuk membimbing penelitian siswa, diskusi dan kolaborasi, serta berfikir kritis. Hasil akhirnya adalah siswa yang berani mengambil risiko dalam penelitiannya namun dengan pertimbangan matang, terlibat langsung dalam membentuk pengalaman belajar, gigih dalam menemukan solusi atas masalah, aktif dalam melakukan kolaborasi, dan bekerja melalui proses yang kreatif. Mereka yang terlibat dalam pendekatan ini adalah para inovator, para pendidik, para pemimpin, dan sekaligus pembelajar abad ke-21. (Riley, 2019)
Sudah sejak lama mestinya kita memikirkan model pembelajaran seperti apa yang dapat memastikan siswa kita nantinya akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan layak. Kita sekarang banyak terjebak dengan upaya mempersiapkan siswa untuk profesi atau pekerjaan-pekerjaan yang bahkan mungkin nantinya sudah tidak ada, mengingat di era disruptif ini telah begitu banyak profesi dan pekerjaan yang berkurang, bahkan hampir punah.
Kita berada pada titik di mana hal itu tidak hanya mungkin, namun pasti akan terjadi. Tetapi jauh lebih penting dari itu, yakni untuk memfasilitasi lingkungan belajar yang nyaman, dinamis, dan relevan. Jarang dari kita untuk mencoba pergi keluar kelas dan melihat sebuah pohon lalu berkata, "itu pohon, maka itu adalah sains" atau melihat "langit yang berwarna biru, jadi itu adalah seni."
Dunia kita ini ibarat permadani pembelajaran yang indah, kompleks, dan rumit yang kesemuanya itu telah ada dengan aturan dan kekhasannya sendiri. Mengapa kita begitu percaya diri bahwa kita memiliki kemampuan untuk dapat meletakkannya di balik dinding bata dan pintu ruang kelas yang disebut sekolah?
Mengintegrasikan konsep, topik, standar, model dan penilaian adalah cara yang ampuh untuk mengubah iklim pembelajaran di sekolah. Kita harus faham apa yang harus dipersiapkan ketika kita membuka pintu ke dunia nyata dan menghadirkan praktik-praktik tersebut dalam proses pembelajaran kita. Sehingga akhirnya kita bisa menghilangkan dinding bata dan pintu ruang kelas (pembatas) untuk mendapatkan inti dari pembelajaran yang sesunggunya.
Jalan untuk mencapai pembelajaran dengan pendekatan STEAM memang mengasyikkan, tetapi bisa juga sangat berbahaya jika dilakukan tanpa pemahaman tentang arti sebenarnya dari STEAM baik dalam perencanaan maupun implementasinya. Seperti halnya dengan pendahulunya STEM, STEAM dapat menghentikan manifestasi terbaiknya jika dilakukan tanpa memperhatikan beberapa hal berikut :
- STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran terpadu (tematik integratif) yang dirancang dengan melibatkan banyak standar, model, penilaian dan desain / implementasi lintas bidang / mata pelajaran.
- Pengalaman pembelajaran STEAM sejatinya melibatkan minimal dua atau lebih bidang dari Sains, Teknologi, Ilmu Teknik, Matematika dan Seni untuk diajarkan dan dinilai dalam dan/atau melalui bidang/pelajarn satu dengan yang lainnya.
- Model inquiry, kolaborasi, dan penekanan pada pembelajaran berbasis proses adalah inti dari pendekatan STEAM
- Memanfaatkan dan meningkatkan kemampuan seni itu sendiri sangat penting untuk menginisiasi STEAM yang otentik
Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut, yakni:
- Perencanaan kolaboratif, termasuk peran guru di setiap kelompok/tim
- Mengatur penjadwalan lebih fleksible untuk mengakomodasi cara baru proses pembelajaran
- Pengembangan kompetensi profesional untuk semua pihak yang terlibat dalam praktik STEAM
- Pemetaan skema STEAM dalam perancangan proses pembelajaran dan penilaian
- Penyelarasan dan adaptasi dengan berbagai standar dan penilaian yang ada
- Strategi dan proses implementasi rencana pelajaran
Banyak pakar dan guru membincangkan bahkan memperdebatkan tentang perlunya penerapan pendekatan "STEAM" di sekolah. Logikanya sederhana: gelombang kemakmuran ekonomi masa depan terletak pada ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan berpengalaman yang dibutuhkan pasar kerja seperti bidang sains, teknologi, teknik dan matematika. Dengan demikian, akan ada peningkatan investasi untuk mendukung penerapan STEM di sekolah.
Misalnya dengan :
- menyediakan perangkat tablet untuk pembelajaran (laboratorium komputer atau satu perangkat untuk satu siswa)
- klub atau Ekstrakurikuler STEM
- kurikulum STEM, yakni pengintegrasian STEM dalam proyek
- inisiatif BYOD (bring your own device)
- menetapkan “hari STEM” untuk mendorong eksplorasi langsung dalam masing-masing disiplin ilmu STEM
- program robotika
Untuk tahap awal, inisiatif tersebut merupakan langkah awal yang luar biasa dalam tahapan eksplorasi untuk keempat bidang mata pelajaran tersebut, namun proses kritis dari kreativitas dan inovasi pada keempat bidang tersebut tidak terjadi.
Terima kasih atas semua penjelasannya,dan sangat menarik sekali,sepertinya ingin praktik langsung,akan tetapi,masih bnyak kendalanya,terutama sekali,kami sangat butuh orang2 yg dapat dan mampu mengajarkan kami terjun langsung kesekolah2,agar kami aka lebih jelas dgn pembelajaran STEAM ini,dikarenakan faktor usia juga akan mempengaruhi daya ingat seseorang,kira2 bagaimana solusinya....terima kasih
BalasHapusLakukan mulai hal-hal yang kecil terlebih dahulu, simak video yang membahas mengenai ini di chanel kami https://s.id/subscribeCH1 atauhttps://youtube.com/c/FathurRachim
HapusTerima kasih atas semua penjelasannya,dan sangat menarik sekali,sepertinya ingin praktik langsung,akan tetapi,masih bnyak kendalanya,terutama sekali,kami sangat butuh orang2 yg dapat dan mampu mengajarkan kami terjun langsung kesekolah2,agar kami aka lebih jelas dgn pembelajaran STEAM ini,dikarenakan faktor usia juga akan mempengaruhi daya ingat seseorang,kira2 bagaimana solusinya....terima kasih
BalasHapusMUlailah dari diri sendiri dan hal-hal kecil..
HapusKak, redrensi buku STEAM pembelajaran dong, buat skripsi. Terimakasih
BalasHapusKak, refrensi in buku STEAM pembelajaran dong, buat skripsi. Terimakasih banyak
BalasHapuskak emma prodi apa?
Hapus